Analisis kegagalan kompensasi pemasangan kapasitor bank sistem sentral

Main Article Content

Heri sungkowo

Abstract

Pelanggan PLN dengan golongan tarif I-3 yang mana pelanggan jenis ini dikenai denda pemakaian kVARh apabila pf rata-rata kurang dari 0.85 selama sebulan. Untuk itu, PT. Beiersdorf Indonesia ini memasang kapasitor bank berkapasitas 600 kVAR / 400 V yang berfungsi untuk memperbaiki faktor daya (pf). Sejak bulan Januari – Mei 2015, PT. Beiersdorf Indonesia ini tidak perlu membayar denda kVARh karena pf rata-rata berada di atas 0.85. Namun, pada bulan Juni 2015 PT. Beiersdorf Indonesia ini mendapat tagihan pemakaian kVARh dan tagihan pemakaian kVARh juga muncul pada bulan-bulan berikutnya. Sedangkan beban yang digunakan (motor-motor) sama.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kapasitas kapasitor bank yang terpasang sudah sesuai kebutuhan daya reaktif beban atau belum. Selain itu juga untuk mengetahui apakah instalasi kapasitor bank sudah sesuai atau belum. Sehingga dengan pemilihan instalasi kapasitor bank yang tepat, diharapkan biaya pemakaian kVARh tidak tertagih.


Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kontaktor kapasitor mengalami kerusakan. Hal ini terjadi karena kontaktor terpasang adalah kontaktor biasa, bukan kontaktor khusus kapasitor. Kerusakan kontaktor ini menyebabkan kapasitor bank tidak bisa mengokmpensasi pf dan mengakibatkan timbulnya biaya pemakaian kVARh. Supaya kontaktor tidak rusak lagi, maka sebaiknya kontaktor yang digunakan merupakan kontaktor khusus kapasitor.


 


PLN’s customers with I-3 price class. This customer must pay the kVARh usage if the average power factor is less than 0.85 in a month. For that, it installs 600 kVAR / 400 V capacitor bank to upgrade the low power factor. From January – May 2015, this industry didn’t need to pay the kVARh usage because the average pf was more than 0.85. However, in June 2015 it got the bill of kVARh usage and it also appeared in the following months.


The purpose of this research is to find out if the rating of the installed capacitor bank is correct or not. Besides, it is to understand if the installation of the capacitor bank is correct or not. So, if the installation of the capacitor bank is appropriate, this industry doesn’t need to pay the kVARh usage.


According to the research, the capacitor contactor is damaged. It occurs because the installed contactor is the common contactor, not the special contactor for the capacitor. It causes the capacitor bank can’t upgrade the pf and the bill of kVARh usage is appears. In order to prevent the contactor from breaking down again, a special contactor for the capacitor is better to use.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
SUNGKOWO, Heri. Analisis kegagalan kompensasi pemasangan kapasitor bank sistem sentral. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 18, n. 1, p. 72-77, apr. 2020. ISSN 2355-0740. Available at: <https://jraam.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/213>. Date accessed: 02 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.33795/eltek.v18i1.213.
Section
Articles

References

[1] E.B. Hariyadi, “Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor Bank Pada Peralatan Rumah Tangga”, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, 2015.
[2] S. Noor,N. Saputera, “Efisiensi Pemakaian Daya Listrik Menggunakan Kapasitor Bank”, Jurnal POROS TEKNIK, Volume 6, No. 2, Desember 2014 : 55 – 102.
[3] D. Almanda,N. Majid, “Studi Analisa Penyebab Kerusakan Kapasitor Bank Sub Station Welding di PT. Astra Daihatsu Motor”, RESISTOR (elektRonika kEndali telekomunikaSI tenaga liSTrik kOmputeR) Vol. 2 No. 1.
[4] M. F. Hakim, “Analisis Kebutuhan Capacitor Bank Beserta Implementasinya Untuk Memperbaiki Faktor Daya Listrik Di Politeknik Kota Malang, Jurnal ELTEK, Vol 12 Nomor 01, April 2014.
[5] Anonim,Guide for the Design and Production of LV Power Factor Correction Cubicles. -: Schneider Electric, 2015.
[6] Anonim, KoreksiFaktorDaya. In Daftar Harga 2012 PT Schneider Indonesia (ch. 5). -: Schneider Electric, 2016.
[7] Badan Standarisasi Nasional, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011), Yayasan PUIL, Jakarta 2011.
[8] Instalation Guide (ch. L). -: Schneider Electric.
[9] IEEE Power Engineering Society, IEEE 18 Standard for Shunt Power Capacitors. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineer, 2002.
[10] IEEE Power Engineering Society. IEEE 141 Recommended Practice for Electric Power System Distribution for Industrial Plants. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers.2010.
[11] J. Arrilaga, Bradley D.A., Bodger P.S., Power System Harmonics, New York: John Wiley & Sons, 2014.
[12] Roger C. Dugan, Mark F. McGranaghan, H. Wayne Beaty, Electrical Power System Quality, New York : McGraw-Hill, 2000