Rancangan Rangkaian Dead Band dan Buffer pada Output Pembangkit Pulsa

Main Article Content

Fathoni Fathoni Agus Pracoyo

Abstract




PWM bipolar dapat dibangun dari pembangkit tunggal dengan penambahan pembalik. Penggunaan PWM bipolar pada rangkaian H- bridge harus ditambahkan dead band atau dead-time agar terhindar dari hubung singkat saklar segaris atau shoot-through. Pembangkitan dead band pada masing-masing pulsa PWM bipolar dapat menggunakan rangkaian RC seri yang diumpankan ke gerbang penyulut Schmitt. Konstanta waktu dari pengisian kapasitor menentukan lebar dead band yang terbentuk. Lebar dead band yang ditetapkan dipertimbangkan dari lebar pulsa minimal (duty cycle minimal) yang mungkin terjadi dalam suatu proses pengendalian. Dalam penelitian ini ditetapkan dead band sekitar 10 μs, frekuensi pulsa 1k Hz dan duty cycle terendah 5% atau lebar pulsa 50 μs. Digunakan gerbang TTL7414, R seri = 4k7 Ω dan C = 2,2 nF. Hasil yang didapat adalah dead band sebesar 7 μs. Penambahan dead band dengan gerbang TTL dapat menyebabkan penurunan kemampuan arus output rangkaian dan untuk itu perlu ditambahkan rangkaian penyangga. Rangkaian penyangga merupakan konfigurasi totem pole BJT jenis BC107 dan BC177. Kemampuan arus output tinggi, IOH = 70mA sedangkan arus output level rendah, IOL = 40mA.




Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
FATHONI, Fathoni; PRACOYO, Agus. Rancangan Rangkaian Dead Band dan Buffer pada Output Pembangkit Pulsa. JURNAL ELTEK, [S.l.], v. 15, n. 1, p. 20-31, oct. 2017. ISSN 2355-0740. Available at: <https://jraam.polinema.ac.id/index.php/eltek/article/view/62>. Date accessed: 28 sep. 2021.
Section
Articles